Arsip untuk CERmin kategori

Kesabaran yang sebiru langit seluas samudra

Posted in CERmin dengan kaitan (tags) , , , on Desember 10, 2008 by prediksi

http://www.khayma.com/islmbgd/allah135.jpg

Kurang lebih satu tahun yang lalu saya mulai mengenal sosok bapak Yanwar Sulistyana dan isternya; kala itu pak Ayi biasa saya sapa masih tampak bugar walau dimata saya tetap saja kelihatan tampak sakit. Pak Ayi adalah salah satu pasien penderita gagal ginjal yang harus cuci darah secara rutin setiap minggunya, dengan fasilitas GAKIN yang dimilikinya Pak ayi terus melewati hari – harinya ditemani oleh sang isteri yang senantiasa mendapinginya.

Pada bulan nopember 2008 saya bersua kembali dengan beliu dalam kondisi kesehatan yang  tampak mulai menurun, pak ayi masuk ruang perawatan kelas 3 dengan fasilitas JAMKESMAS yang dimilikinya. Kulitnya yang mulai menghitam dan tampak kurus mecerminkan betapa dalamnya derita yang dipikulnya. Hari-hari pak ayi lewati dengan aneka rasa sakit sebagai efek samping dari penyakit yang dideritanya. YANG MENYENTUH PERASAAN SAYA ADALAH TELAH DIPERLIHATKANYA CONTOH TAULADAN DARI SEORANG ISTERI YANG DENGAN SABAR HATI DAN TANPA KELUH KESAH MENDAMPINGI SUAMI TERUS MENERUS; sepengetahuan saya tak sehari pun isterinya meninggalkan suaminya ketika masih dirawat.

Pak Ayi telah menghadap Yang Maha Kuasa pada hari senin, 8 desember 2008 jam  06.15 wib dipangkuan isteri tercinta yang tidak kuasa membendung derai air mata melepas suami tercinta menuju alam baqa. Semoga Allah menerima semua kebaikannya dan memaafkan segala kekhilafanya dan memempatkannya pada tempat yang mulia. Semoga saya bisa meneladani makna usaha dan sabar yang telah dicontohkan oleh pak ayi dan teladan yang mulia dari seorang isteri yang telah membaktikan diri pada suami. Pak Ayi beralamat di Jalan Porib VI No 54 Rt 09 Rw 09 Desa/Kec Babakan Ciparay kota bandung.

“ Suami teh Pangeran di alam dunya “ ( SUAMI ITU TUHAN DI DUNIA )

Posted in CERmin dengan kaitan (tags) , , , on November 22, 2008 by prediksi

http://swaramuslim.net/images/uploads/foto/miracle-05c.jpg

Ungkapan yang sangat luar bisa ini, terekam dari obrolan tetangga sebelah di satu pagi. Dia bertutur, kemarin dia dan suaminya pergi berobat ke rumah sakit mata Cicendo dikarnakan mata suaminya mengalami infeksi pasca tindakan operasi beberapa bulan yang lalu. Selesai pemeriksaan mereka pun pulang naik sepedah motor, karena mungkin situasi yang hujan lebat atau kondisi kesehatan suaminya yang kurang prima motor yang dikemudikan suaminya tergelincir ditempat parkir dan isterinya yang dibonceng terjatuh sehinga mengalami lecet pada bagian sikunya. Dikarnakan kejadian tersebut dan kemarahan yang dipendam dalam dirinya akhirnya si isteri berinisiatif yang membawa motor. Dengan kemarahan yang memuncak didalam dadanya dia bawa motor dengan kecepatan yang tinggi membelah derasnya hujan, dia melukiskan saking kencangnya tetesan hujan terasa ibarat batu yang dilemparkan kewajahnya. Dengan kecepatan tinggi motor terus melaju dan tanpa disadari dari arah yang berlawan datang sebuah truk dengan kecepatan tinggi pula sehingga ketika berpapasan terperciklah air keseluruh mukanya karena ulah sopir truk tersebut. Dari kejadian itu dia bertutur baru saja terbesit dendam didalam hatinya Allah telah lebih dulu menegurnya dengan kejadian tersebut. Kemudian dia bercerita lagi beberapa waktu yang lalu pernah terbesit untuk berselingkuh karena kesal pada suaminya, namun lagi-lagi Allah menegur dia dengan jalan anaknya. Anaknya bertutur, “ Mah tadi si bapak disodoran kopi ku si euis.” Lagi-lagi dia disadarkan dengan kejadian tadi, maka keluarlah ungkapan “ Suami teh pangeran di alam dunia “ ungkapan dalam bahasa sunda yang berarti suami adalah Tuhan didunia.

Bila isteri menyadari kondisi itu mungkin tak akan pernah ada perselisihan antara suami dan isteri; tak ada kasus isteri tega memutilasi suaminya. Begitu juga seorang suami bila menyadari kedudukannya sebagai “Tuhan” didunia pasti tak akan pernah ada cerita seperti Syeh Puji atau cerita tercela lainya tentang sepak terjang seorang suami.

Semoga dari cerita yang sederhana ini, kita bisa mengambil hikmahnya.